Friday, February 11, 2011

Mitos Pencegah Hamil yang Salah

Hamil bisa menjadi bencana jika hadir di saat yang tidak tepat, namun godaan untuk melakukan seks pra-nikah juga tidak mudah untuk dihindari. Inilah yang memunculkan usaha-usaha untuk mencegah kehamilan. Sepertinya cara-cara berikut ini aman dan efektif mencegah kehamilan, namun ternyata tidak sepenuhnya benar. Simak alasannya sebelum Anda terjerumus.

Siklus bulanan

Menghindari berhubungan badan saat masa subur, diyakini bisa mencegah kehamilan. Cara ini juga disebut sebagai kontrasepsi alami atau kontrasepsi sistem kalender. Namun, sperma bisa bertahan hidup 3 hingga 5 hari di dalam Miss V, sedangkan masa subur seorang wanita jarang sekali bisa tepat pada rentang waktu yang sama setiap bulannya. Jika sperma masih aktif saat seorang wanita memulai masa suburnya, maka wanita tersebut akan hamil. Oleh karena itu, kontrasepsi metode ini tingkat keberhasilannya hanya 35%.

Saat menstruasi

Menstruasi adalah saat peluruhan rahim dan pelepasan sel telur yang telah lewat masa suburnya. Umumnya orang akan berpikiran penetrasi pada Miss V saat wanita sedang mens tidak akan menyebabkan kehamilan karena dia tidak sedang dalam masa subur. Namun beberapa wanita memiliki siklus yang sangat pendek, sehingga di akhir menstruasi bisa saja dia sudah mulai memasuki masa subur. Jika ini yang terjadi, maka penetrasi sperma masih bisa menyebabkan kehamilan.

Pull out intercourse

Disebut juga senggama terputus, pria akan mengeluarkan Mr. P saat dirinya akan mencapai the big O sehingga sperma dikeluarkan di luar Miss V. Cara ini sering dipakai untuk mencegah kehamilan, namun tingkat keberhasilannya juga masih rendah. Hal ini disebabkan cairan pelumas yang dikeluarkan oleh Mr. P bisa membawa sperma dan jika bertemu dengan sel telur, maka menyebabkan kehamilan.

Dua kondom

Satu kondom sudah memberikan perlindungan, mungkin dengan maksud meningkatkan jaminan keamanan, pasangan akan memasang dua kondom

sekaligus. Padahal gesekan antar kondom justru bisa membuat lapisan tipisnya sobek. Beberapa kondom juga dilengkapi dengan pelumas di bagian luarnya sehingga memakai dua sekaligus berisiko kondom terlepas dan tertinggal di dalam Miss V. Oops...

Posisi tertentu

Berbagai variasi posisi saat bercinta diyakini bisa menghambat kehamilan. Posisi tertentu ini memang mempersulit sperma mencapai sel telur, namun tidak berarti kemungkinan hamil menjadi 0 persen. Jadi dalam posisi apa pun, selama ada sperma sehat yang bergerak aktif dalam Miss V, kehamilan masih bisa saja terjadi.

Jumping & Douching

Muncul mitos yang mengatakan, jika seorang wanita melompat-lompat dan membersihkan liang Miss V dengan semprotan air atau cairan khusus, sperma akan gagal mencapai sel telur dan bisa dikeluarkan segera setelah intercourse sehingga kehamilan tidak terjadi. Sayangnya tidak bisa dipastikan kedua cara ini benar-benar mengeluarkan semua sperma sehingga pembuahan tidak terjadi, karena satu sperma saja yang berhasil mencapai sel telur, maka akan terbentuk janin.

Intercourse dalam air

Dasar pemikirannya, air akan melarutkan sperma dan menjauhkannya dari Miss V. Selain itu, klorin dan anti bakteria dalam kolam diyakini dapat membunuh sperma sehingga kehamilan bisa dicegah. Namun jangan terlena dengan fakta yang sepertinya benar ini, karena sperma yang dikeluarkan dalam Miss V terlindung dari klorin dan air kolam sehingga masih bisa membuahi sel telur Anda. 
http://bayidanibu.blogspot.com/2011/01/mitos-pencegah-hamil-yang-salah.html